Dari tujuh hari dalam seminggu, adalah hari Jum'at yang merupakan hari istimewa dan juga merupakan hari raya bagi segenap kaum muslimin diseluruh dunia. Hari Jum'at ini disebut sebagai hari yang istimewa karena hanya hari Jumat yang memiliki kelebihan dan keutamaan dari hari-hari lainnya.
“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah
menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dan Abu ‘Amir Al ‘Aqadi
berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Sa’id dari Sa’id bin
Abu Hilal dari Rabi’ah bin Saif dari Abdullah bin ‘Amr berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang
muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan
menjaganya dari fitnah kubur.” Abu Isa berkata; “Ini merupakan hadits
gharib.” (Abu Isa At Tirmidzi) berkata; “Hadits ini sanadnya tidak
muttasil. Rabi’ah bin Saif meriwayatkan dari Abu Abdurrahman Al Hubuli
dari Abdullah bin ‘Amr dan kami tidak mengetahui kalau Rabi’ah bin Saif
pernah mendengar Abdullah bin ‘Amr” (HR Tarmidzi : 994)
Adapun keutamaan dari hari Jum`at adalah :
1. Hari raya umat Islam yang terulang-ulang setiap pekan
1. Hari raya umat Islam yang terulang-ulang setiap pekan
Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada suatu
Jum’at,
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ، إِنَّ هذَا يَوْمٌ جَعَلَهُ اللهُ لَكُمْ عِيْدًا
“Wahai segenap kaum muslimin, sesungguhnya ini adalah hari yang
dijadikan oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagai hari raya bagi kalian.”
(HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jamash-Shaghir dan dinyatakan sahih oleh
asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’)
2. Terjadinya hari kiamat pada hari Jum’at
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ
“Sebaik-baik hari yang terbit matahari pada waktu itu adalah hari
Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan
dikeluarkan dari surga. Tidak akan terjadi kiamat selain pada hari
Jum’at.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
3. Orang yang mati pada hari Jum’at ataumalam Jum’at akan dihindarkan dari fitnah (pertanyaan) kubur
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِ وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
“Tiada seorang muslim yang mati pada hari Jum’at atau malamnya kecuali
Allah Subhanahu wata’ala akan menghindarkannya dari fitnah kubur.” (HR.
Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Dalam Ahkam
al-Janaiz, asy-Syaikh al-Albani menyatakannya hasan atau sahih dengan
banyaknya jalan periwayatan)
4. Diharamkan menyendirikan puasa pada hari Jum’at tanpa dibarengi oleh puasa sehari sebelum atau setelahnya
Hal ini berlandaskan hadits Juwairiyyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi
Shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam masuk
kepadanya hari Jum’at dalam keadaan dia Shallallahu ‘alaihi wasallam
sedang berpuasa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah
kamu puasa kemarin?” Juwairiyah menjawab, “Tidak.” Nabi Shallallahu
‘alaihi wasallam bertanya lagi apakah kamu ingin puasa esok hari?”
Juwairiyah menjawab,“Tidak.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam
berkata,“Berbukalah kamu!” (HR. al-Bukhari no. 1986)
5. Ada saat yang mustajab/dikabulkan bagi orang yang berdoa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan hari Jum’at lalu bersabda,
فِيْهِ سَاعَةٌ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أعْطَاهُ إِيَّاهُ
“Pada hari itu ada saat yang tidaklah seorang hamba muslim bertepatan
dengannya dalam keadaan dia berdiri shalat yang ia meminta sesuatu
kepada Allah Subhanahu wata’ala melainkan akan dikabulkan oleh-Nya.”
(HR. al-Bukhari no. 935)
Demikian beberapa keistimewaan hari/malam Jum’at. Marilah kita perbanyak amalan di hari yang istimewa ini.
Source : kompasiana.com



0 komentar:
Posting Komentar